SOPPENG — Wakil Bupati Soppeng, Ir. H. Lutfi Halide, MP mengikuti acara Rapat pemantapan persiapan pameran Inacraft (International Handicraft Trade Fair) 2023 yang berlangsung secara daring bertempat di Ruang SCC Lamataesso kantor bupati Soppeng, Jum’at (24/2/ 2023).

Kepala Dinas Perindustrian Sulsel, Ahmadi Akil mengatakan bahwa kegiatan Pameran Inacraft ini akan diselengarakan pada tanggal 01 s/d 05 Maret 2023 bertempat di Jakarta Convention Center (OCC), dimana berdasarkan data yang ada haru ini terdapat 24 Kab/Kota yang telah mendaftar terkait dengan Seni, Budaya dna tarian tradisional.

Oleh karena itu, kami sangat berharap agar semua peserta dapat hadir sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh panitia. Jadi, kita sudah harus berada di sana pada tanggal 28 untuk melakukan coaching dan persiapan untuk acara pembukaan pada tanggal 1 Maret 2023.

Terkait 5 produk unggulan untuk 24 Kab/Kota yang akan ditampilkan di Booth merupakan produk yang layak dan memiliki nilai pasar yang tinggi.

Selain itu, kami juga berharap agar para Duta Wisata yang mewakili masing-masing daerah agar dapat betul-betul menguasai produk tersebut serta semua tempat wisata yang ada di masing-masing Kab/Kota.

Gubernur Sulawesi H. Andi Sudirman Sulaiman pada kesempatan menjelaskan bahwa pameran ini merupakan pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara yang dihadiri oleh beberapa Negara. Dan untuk tahun 2023 Provinsi Sulawesi Selatan dipercayakan menjadi ikon yang akan mempromosikan produk kerajinan unggulan, seni budaya dan promosi pariwisata dan investasi yang berkolaborasi dengan 24 Kab. /Kota se Sulawesi Selatan.

Oleh karena itu, saya berharap kepada para peserta agar memamerkan produk unggulan yang memiliki kualitas pekerjaan yang halus, rapi dan layak dijual serta dipakai. Tak hanya itu, juga memiliki daya desain dan daya jual yang tinggi salah satu contohnya yaitu produk Ecoprint dari Kab. Soppeng, Songkok Recca dari Bone dan produk lainnya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pameran ini yaitu penataan produk di booth, membuat kemasan produk makanan yang menarik, mengutus duta wisata yang mempunyai kepiawaian dalam berkomunikasi dan dapat menjamu tamu, membuat video promosi yang menarik, serta diharapkan agar masing-masing Kab/Kota membuat website produk sendiri.

Intinya adalah kita kesana tidak boleh rugi, kita harus pulang dengan membawa keuntungan. Karena tingkat penjualan yang tinggi dapat menentukan tingkat keberhasilan kita disana, sehingga tahun depan kita dapat melakukan promosi lagi.

Turut hadir, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, perwakilan masing-masing SKPD terkait.***